Hujan Mengiringi Pemakaman Rama Aiphama di Depok

Posted on


Depok, IDN Times – Rama Aiphama, musisi hits dekade 80-an yang meraih puncak popularitas di era 90-an, mengembuskan napas terakhir di usia 63 tahun pada Rabu (11/3), jelang waktu subuh.

Pada malam di hari sebelum kepergiannya, pemilik nama lahir Sayyid Muhammad bin Syagab Al-Idrus itu mengeluhkan nyeri pada lambungnya. Hal tersebut diungkapkan oleh salah seorang anaknya, Kemal. 

1. Dua putranya mengantar mendiang Rama ke tempat peristirahatan terakhir

Hujan Mengiringi Pemakaman Rama Aiphama di DepokSyekhan, salah seorang putra Rama Aiphama menguburkan ayahnya. (IDN Times/Rohman Wibowo)

Rama dimakamkan di TPU Yayasan Mohdar, Kecamatan Tapos, Kota Depok. Mobil jenazah tiba di pemakaman sekira pukul 16.00 WIB.

Sesampainya di pemakaman, dua putra almarhum, Kemal dan Syekhan langsung memapah jasad ayah tercinta hingga ke liang lahat.

Lantunan ayat suci alquran mengiringi Kemal dan Syekhan kala melepas sesaat ikatan tali pocong dan memberi kecupan kali terakhir.

Kemal lalu mengumandangkan azan sesaat sebelum tanah menimbun jasad ayahnya.

“Allahhu Akbar, Allahu Akbar,” pekik Kemal.

Baca Juga: Meninggal Dunia, 10 Potret Perjalanan Karier Rama Aiphama Sang Legenda

Lanjutkan membaca artikel di bawah

Editor’s picks

2. Hujan mengiringi proses pemakaman

Hujan Mengiringi Pemakaman Rama Aiphama di DepokKedua anak Rama Aiphama dan adiknya ikut menguburkan (IDN Times/Rohman Wibowo)

Di tengah proses pemakaman, tiba-tiba hujan turun. Saat itu penggali kubur sedang mengubur jenazah Rama Aiphama.

Berikutnya, sepupu Rama Aiphama, Habib Idrus menyampaikan sambutan usai penguburan. “Hujan ini tandanya rahmat dari Allah SWT. Setiap yang bernyawa pasti akan mati. Cepat atau lambat. Mohon maafkan kesalahan mendiang. Terima kasih juga teman-teman jurnalis sudah datang,” tuturnya.

Baca Juga: 10 Potret Perjalanan Karier Rama Aiphama, Musisi yang Melegenda

3. Rama Aiphama dikenal sebagai seniman berpenampilan nyentrik

Hujan Mengiringi Pemakaman Rama Aiphama di Depokyoutube.com

Rama mengembuskan napas terakhirnya di usia 61 tahun. Rama Aiphama dikenal sebagai penyanyi dan penulis lagu yang kerap berpenampilan nyentrik.

Busana khasnya adalah pakaian warna-warni mencolok dipadu topi khas. Musiknya beraliran melayu, dangdut, dan keroncong.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *